Bagian II: Prinsip Pengajaran

Bagian III: Teknis Pengajaran

1. Math of Life

Tidak semua orang menyadari bahwa dirinya memiliki modal yang sama untuk menjadi orang sukses dan bahagia dengan hidupnya. Apa yang terjadi dengan diri kita hari ini adalah hasil dari bagaimana kita menggunakan modal yang kita miliki di masa lalu dan apa yang akan terjadi di masa depan akan menjadi hasil dari apa yang kita lakukan hari ini.

Terlepas dari status dan situasi ekonominya, semua orang memiliki modal yang sama, tetapi akan memiliki hasil akhir yang berbeda. Modal itu lebih berharga dari harta apa pun di dunia ini karena modal yang kita keluarkan tidak akan pernah bisa didapatkan kembali dan modal itu adalah WAKTU.

Semua orang memiliki waktu yang sama dalam hidupnya, 24 jam sehari.

Kami ingin mengajak Anda untuk melakukan simulasi sederhana mengenai perhitungan hidup untuk melihat bagaimana kita menggunakan waktu yang kita miliki dan seberapa besar kita memegang kendali terhadap hidup kita selama ini.

Untuk mempermudah perhitungan, terlebih dahulu kita membagi waktu yang kita miliki menjadi beberapa bagian.

Tentunya detail aktivitas setiap orang berbeda-beda sehingga kita akan membagi waktu tersebut dalam cakupan yang lebih besar tetapi memiliki prinsip penggunaan waktu yang sama.

1. Beristirahat
Supaya tubuh kita berfungsi sebagaimana mestinya dan bisa kita gunakan untuk menunjang rutinitas kita setiap hari untuk bertahan hidup, kita memerlukan tidur yang cukup.

Tidur memperkuat pikiran, memulihkan tubuh, dan membentengi hampir setiap sistem dalam tubuh. Waktu tidur yang dibutuhkan bagi orang dewasa adalah 7-9 jam (https://hiji.link/sleepinghours), kita ambil rata-ratanya 8 jam.

2. Rutinitas Pribadi
Setiap orang memerlukan waktu untuk merawat dirinya sendiri atau untuk memenuhi kebutuhan dasar hidup yang tidak bisa ditawar setiap harinya, seperti makan, mandi, buang hajat, bersembahyang, berdandan, dan rutinitas pribadi lainnya.

Silakan Anda hitung sendiri waktu yang Anda habiskan setiap harinya untuk melakukan rutinitas pribadi Anda, setidaknya Anda memerlukan rata-rata waktu 4 jam untuk melakukannya.

3. Bekerja
Definisi bekerja di sini tidak memiliki arti sempit yang diartikan hanya sebagai profesi, pekerjaan, atau kegiatan untuk memiliki penghasilan.

Sebagai manusia dewasa, kita memiliki kewajiban yang harus kita lakukan, baik itu bekerja di perusahaan, berwirausaha, atau menjadi seorang ibu rumah tangga.

Bekerja di sini kita artikan sebagai kegiatan apa pun yang akan kita lakukan sampai kita tutup usia, terlepas dari kegiatan tersebut menghasilkan uang untuk kita atau pun tidak.

Setiap orang akan memainkan suatu peran dalam hidupnya dan harus melakukan pekerjaan sesuai dengan perannya.

Untuk mempermudah perhitungan, kita gunakan referensi orang yang bekerja di suatu perusahaan dengan standar waktu kerja 8 jam per hari.

4. Mobilitas dan Sosialisasi
Bagian terakhir yang akan kita hitung adalah waktu untuk untuk bergerak dan bersosialisasi. Terkait dengan poin 3 di atas, setidaknya orang yang bekerja di suatu perusahaan harus melakukan perjalanan ke tempat kerjanya dan kembali pulang ke tempat tinggalnya.

Ada yang memerlukan waktu 30 menit – 2 jam untuk satu kali perjalanan, tergantung pada jaraknya. Kita gunakan saja rata-rata waktu tempuhnya 1 jam untuk melakukan satu kali perjalanan sehingga dalam sehari kita memerlukan waktu 2 jam untuk melakukan perjalanan pulang dan pergi.

Selain itu sebagai makhluk sosial, kita harus berinteraksi dengan orang-orang di sekeliling kita, baik secara tatap muka langsung maupun tidak langsung di dunia maya.

Kita hitung saja 2 jam setiap hari di luar waktu bekerja sebagai waktu minimumnya (meskipun kita tahu kita menghabiskan waktu lebih untuk hal ini).

Dengan perhitungan di atas kita sudah menggunakan waktu kita selama 24 jam dengan rincian waktu berikut:

* 8 jam untuk beristirahat
* 4 jam untuk rutinitas pribadi
* 8 jam untuk bekerja
* 4 jam untuk mobilitas dan sosialisasi

Sekali lagi, terlepas dari detail rutinitas setiap orang, kita gunakan rujukan di atas sebagai acuan kegiatan dan pembagian waktu yang kita kenal dari apa yang kita dan orang-orang di sekeliling kita lakukan.

Sekarang mari kita lihat perhitungan sederhananya. Untuk mempermudah perhitungan, anggap saja usia kita saat ini adalah 24 tahun dan baru selesai kuliah.

Tentunya jika Anda berusia lebih muda, Anda akan memiliki waktu tambahan dari perhitungan yang akan kita lakukan dan bagi yang berusia di atas 24 tahun, angka-angka yang nantinya kita hitung akan memotivasi Anda untuk segera melakukan sesuatu.

Anggap saja rujukan angka harapan hidup yang akan kita gunakan adalah 72 tahun untuk mempermudah perhitungan. Untuk melihat rincian data dari Badan Pusat Statistik, silakan kunjungi laman ini: https://hiji.link/angkaharapanhidup

Silakan lihat ilustrasi berikut ini beserta penjelasannya:

Jika saat ini Anda berusia 24 tahun, maka sisa waktu hidup Anda tinggal 48 tahun lagi untuk mencapai umur 72 tahun.

Mengingat setengah dari waktu yang ada akan Anda gunakan untuk beristirahat dan melakukan rutinitas pribadi (12 jam), artinya Anda akan menghabiskan 24 tahun lainnya untuk bekerja, bersosialisasi, dan melakukan perjalanan.

Dari perhitungan ini, seseorang yang memiliki sisa waktu 48 tahun dalam hidupnya hanya akan bisa menikmati Masa Produktif dalam hidupnya menggunakan setengah dari waktu yang ada.

Berapa usia Anda saat ini dan berapa lama waktu yang Anda miliki jika Anda hidup sampai 72 tahun?

Apakah Anda masih berpikir bahwa pekerjaan adalah bagian terpisah dari kehidupan Anda, di mana Anda hanya “merasa hidup” pada hari libur, hari raya, dan akhir pekan di saat Anda tidak harus bekerja?

Ataukah Anda mau mengubah pandangan hidup Anda bahwa bekerja adalah karunia Tuhan yang dapat membawa kebaikan dalam hidup kita dan orang-orang di sekeliling kita, serta bagian penting dari kehidupan yang memberikan kita tujuan hidup dan kepuasan hidup?

Keputusan ada di tangan kita untuk menunda kebahagiaan di masa tua nanti atau merasakannya sekarang dan menyadari bahwa kebahagiaan yang sebenarnya bisa kita nikmati detik ini dengan menjalani kehidupan serta pekerjaan kita yang penuh tantangan dengan sukacita.

Kebahagian tidak diukur dengan berapa banyak uang yang bisa kita kumpulkan atau habiskan semasa hidup kita, tetapi bagaimana kita bisa menikmati setiap detik kehidupan kita.

Kebahagiaan hanya bisa kita nikmati jika kita mampu menjalani kehidupan sesuai dengan pilihan kita yang tidak akan pernah kita sesali sedetik pun, terlepas dari kondisi ekonomi atau status sosial kita di mata orang lain.

Jadi, buatlah keputusan saat ini juga, tetapi putuskanlah dengan bijaksana!

This quiz is for logged in users only.